Tugas UAS Teori Komunikasi
Nama : Izza Anisa
NIM : 1940210054
KOMUNIKASI INTRAPERSONAL DALAM
KOMUNIKASI ISLAM
A.
Pengertian Komunikasi Intrapersonal
dalam Komunikasi Islam
Komunikasi
intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi di dalam diri sendiri atau
komunikasi satu orang saja, seperti berbicara kepada diri sendiri, memberikan
makna (intelektual dan emosional) kepada lingkungan, memikirkan suatu masalah,
mempertimbangkan sampai mengambil keputusan, dan lain-lain. Semua komunikasi
sampai pada batas tertentu merupakan komunikasi intrapersonal, yaitu setiap
komunikasi yang selalu menjadi objek bagi penafsiran kita sendiri.
Harjani
Hefni mendefinisikan Komunikasi Islam sebagai komunikasi yang dibangun diatas
prinsip-prinsip Islam yang memiliki roh kedamaian, keramahan dan keselamatan.
Berdasarkan informasi dari Al Quran dan As Sunnah ditemukan bahwa komunikasi
islam adalah komunikasi yang berupaya untuk membangun hubungan dengan diri
sendiri, dengan Sang Pencipta, serta dengan sesama untuk menghadirkan
kedamaian, keramahan dan keselamatan buat diri dan lingkungan dengan cara
tunduk dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Tindakan apa pun dalam komunikasi
yang membuat hati seseorang menjadi rusak atau hati orang menjadi sakit atau
luka bertentangan dengan roh komunikasi dalam Islam. Kekuatan berkomunikasi di
dalam diri melalui kekuatan akal, kekuatan hati, kekuatan roh, kekuatan nafs
yang dirangkul oleh kekuatan fitrah. Kekuatan ini sangat bermanfaat dalam
membina diri, keluarga dan komunitas.
B.
Elemen-elemen Komunikasi Intrapersonal
a)
Decoding-bagian dari proses komunikasi intrapersonal yang harus dilalui dimana
pesan pesan atau informasi diambil ke dalam otak dan dibuat menjadi masuk akal.
b)
Intergrasi (Integration)-bagian dari proses komunikasi intrapersonal dimana
berbagai bagian kecil informasi ditempatkan bersama. Kita menghubungkan satu
bagian informasi kepada orang lain, membuat perbandingan dan analogi,
menggambarkan perbedaan, dan kemudian mengelompokkannya atau membuat sebuah
keputusan tentang bagian informasi dimana ia berada.
c)
Memori (memory)-ruang penyimpanan dalam komunikasi intrapersonal. Dalam ruang penyimpanan
ini berbagai kenyataan dan kejadian, sikap,penilaian sebelumnya dan kepercayaan
disimpan. Memori melibatkan kemampuan untuk menyimpan informasi dan
memanggilnya kembali.
d)
Serangkaian persepsi atau schemata-menggambarkan struktur berpikir atau cara
mengorganisasi informasi.
e)
Encoding-bagian akhir dari proses komunikasi intrapersonal dimana pemaknaan
diberikan untuk menghasilkan komunikasi yang penuh makna.
f)
Umpan balik (feedback)-Komunikasi intrapersonal juga memiliki umpan balik yang
dinamakan umpan balik diri. Terdapat dua jenis umpan balik diri yaitu umpan
balik diri eksternal dan umpan balik diri internal. Yang dimaksud dengan umpan
balik diri eksternal adalah bagian dari pesan yang didengar. Sementara itu,
yang dimaksud dengan umpan balik diri internal adalah bagian yang kita terima
dalam diri kita sendiri.
g)
Gangguan-Elemen lain dalam komunikasi intrapersonal adalah interferensi atau
gangguan. Berbagai bentuk gangguan terjadi ketika kita memproses beberapa
informasi pada tingkatan yang salah. Gangguan ini dapat menimbulkan
hambatan-hambatan komunikasi.
C.
Proses Komunikasi Intrapersonal
Proses
komunikasi intrapersonal melibatkan beberapa tahapan, yaitu:
1.
Sensasi.
Proses
komunikasi intrapersonal dimulai dengan adanya sebuah stimulus. Komunikasi
intrapersonal adalah reaksi terhadap stimuli yang dapat berupa stimuli internal
atau stimuli eksternal. Seorang ahli komunikasi yang bernama Mark Knapp
menunjukkan sebuah kerangka kerja yang berguna untuk memahami proses komunikasi
intrapersonal. Menurut Knapp, terdapat dua faktor yang mempengaruhi komunikasi intrapersonal
yaitu stimuli internal dan stimuli eksternal.
a.
Stimuli internal meliputi motif-motif peribadi, sikap, dan konsep diri.
b.
Stimuli eksternal meliputi berbagai kejadian, obyek, dan orang yang berada di
luar individu. Seorang individu akan membentuk persepsi,perasaan, dan makna
penafsiran sebuah kesan yang dibuat tentang dirinya dan sekitarnya pada saat tertentu.
Stimuli-stimuli tersebut kemudian ditangkap oleh organ-organ sensor dan
mengirimkannya ke
otak.
Proses ini disebut dengan resepsi.
2.
Persepsi.
Organ-organ
kemudian menangkap sebuah stimulis dan mengirimkannya ke sistem saraf pusat
melalui sistem saraf peripheral. Ketika kita menerima seluruh stimuli yang diarahkan
kepada kita, kita memberi perhatian hanya kepada beberapa stimuli saja. Hal ini
disebabkan karena kita menerapkan persepsi selektif. Hanya stimuli yang tinggi
saja yang diterima sedangkan stimuli yang rendah akan dikesampingkan.
3.
Memori.
Tahap
selanjutnya adalah memproses stimuli yang terjadi dalam tiga tingkatan yaitu
kognitif, emosional, dan fisiologis. Proses kognitif berhubungan dengan
intelektual diri termasuk penyimpanan, retrieval,pemilahan, dan asimilasi
informasi. Proses emosional berkaitan dengan emosi diri. Semua emosi dan sikap,
kepercayaan, dan pendapat
berinteraksi
untuk menentukan respon emosi terhadap berbagai stimulus.Proses fisiologis
terjadi pada tingkatan fisiologis dan hal ini berkaitan dengan psikologis diri.
Respon semacam ini direfleksikan melalui perilaku fisik seperti aktivitas otak,
tekanan darah, dan lain-lain.
D.
Fungsi
Komunikasi intrapersonal
Komunikasi
intrapersonal memiliki beberapa fungsi, yaitu:
a)
Kesadaran diri. Komunikasi intrapersonal memungkinkan orang untuk menyadari
setiap aspek kepribadian mereka sendiri. Dengan introspeksi,orang akan menjadi
sadar akan kualitas yang membantu membentuk kepribadiannya yang pada gilirannya
membuatnya sadar akan motivasi,aspirasi, dan harapannya kepada dunia. Jika
pemahaman diri seseorang mutlak, akan membantu mengkomunikasikan keinginan dan
kebutuhannya
kepada orang lain dengan mudah.
b)
Rasa percaya diri. Sadar diri membuat seseorang merasa aman dan meningkatkan
kepercayaan diri.
c)
Manajemen diri. Fakta bahwa seseorang sadar akan kekuatan dan kekurangan yang
dimilikinya, ia melengkapi dirinya untuk mengelola urusan sehari-hari secara
efisien dengan menggunakan kekuatannya secara maksimal yang pada gilirannya
mengkompensasi kelemahannya.
d)
Motivasi diri. Pengetahuan mutlak tentang apa yang seseorang inginkan dari
kehidupan dan memungkinkan orang tersebut berusaha mencapai tujuan dan sasaran
tersebut sambil terus memotivasi diri mereka sendiri.
e)
Terfokus. Kualitas motivasi diri dan manajemen diri akan membantu mengembangkan
konsentrasi yang lebih dalam mengarahkan fokusnya pada tugas yang ada.
f)
Kemandirian. Kesadaran diri memungkinkan orang untuk mandiri.
g)
Kemampuan beradaptasi. Orang akan sangat mudah beradaptasi dengan lingkungannya
karena pengetahuan tentang kualitasnya sendiri memungkinkannya untuk percaya
diri dan dengan tenang mengambil keputusan dan mengubah pendekatannya sesuai
dengan respon terhadap stimulus situasional.
E.
Teori-teori Komunikasi Intrapersonal
Komunikasi
intrapersonal adalah komunikasi internal dengan diri sendiri yang mendorong
proses untuk membawa makna individual terhadap beragamnya pesan. Terdapat 4
(empat) teori yang meneliti aspek komunikasi intrapersonal,
yaitu:
a.
Teori Message Design Logic
Pada
umumnya setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda tentang komunikasi.
Karenanya, mereka akan membentuk berbagai jenis pesan yang berbeda. Terdapat 3(tiga)
logika perancangan pesan, yaitu:
1.
Expressive message logic. Orang menggunakan pola ini dengan menitikberatkan
pada ekspresi diri. Komunikasi dipandang sebagai pengiriman pemikiran dan
perasaan seseorang kepada yang lain.Nilai-nilai seperti keterbukaan, kejujuran,
dan kejelasan sangatlah penting. Komunikator seringkali memberikan sedikit
perhatian pada koneks dan kesesuaian.
2.
Conventional desiagn logic. Orang menggunakan pola ini karena melihat
komunikasi sebagai sebuah aturan. Mereka menaruh perhatian pada kesesuaian dan
melakukan hal yang benar.
3.
Rhetorical message design logic. Seorang menggunakan pola ini karena melihat
komunikasi sebagai cara untuk menciptakan situasi dan negoisasi beberapa
tujuan. Mereka menaruh perhatian pada fleksibilitas, kepuasan dan keterampilan
komunikasi. Penggunaan pola ini ditujukan untuk menarik perhatian terhadap
komunikasi yang dilakukan oleh orang lain sebagai usaha mengetahui sudut pandang
orang lain.
b.
Teori Akomodasi Komunikasi
Teori
yang dikembangkan oleh Howard Giles dan kawan-kawan menyuguhkan sebuah platform
informative untuk memahami perbedaan dan kesamaan budaya yang berkaitan dengan
bahasa dan tutur kata.Teori akomodasi komunikasi menitikberatkan pada bagaimana
dan mengapa orang memodifikasi atau merubah perilaku komunikasi mereka dalam
situasi yang berbeda. Teori ini berpendapat bahwa ketika berkomunikasi, orang
berupaya untuk mengurangi atau meningkatkan perbedaan antara diri mereka
sendiri dengan orang lain. Mereka akan melakukan hal-hal yaitu berkomunikasi
seperti yang orang lain lakukan atau menampakkan perbedaan cara berkomunikasi.
c.
Teori Pengurangan Ketidakpastian
Teori
yang dirumuskan oleh Charles Berger dan Richard Calabrese ini mencoba untuk
menjelaskan dan memprediksi kapan, mengapa, dan bagaimana setiap individu menggunakan
komunikasi untuk meminimalisasi keraguan mereka ketika berinteraksi dengan
orang lain.Secara garis besar, terdapat 3 (tiga) asumsi yang digunakan dalam
teori
ini
yaitu:
1.
Tujuan utama komunikasi adalah untuk meminimalisasi ketidakpastian yang
dimiliki manusia tentang sekitarnya.
2.
Setiap individu mengalami ketidakpastian yang menyebabkan ketidaknyaman.
3.
Komunikasi adalah alat untuk mengurangi ketidakpastian. Terdapat 2 (dua) macam
ketidakpastian yaitu ketidakpastian perilaku dan ketidakpastian kognitif. Yang
dimaksud dengan ketidakpastian perilaku adalah bagaimana untuk bertindak dengan
sesuai. Sedangkan yang dimaksud dengan ketipastian kognitif adalah bagaimana
untuk berpikir
tentang
seseorang atau sesuatu.
d.
Teori Pelanggaran Harapan
Teori
pelanggaran harapan yang digagas oleh Judee Burgoon dan kawan-kawan ini
menjelaskan berbagai perilaku orang ketika ruang pribadinya mengalami
pelanggaran. Ruang pribadi dapat juga merujuk pada ruang psikologis dan ruang
emosional. Sebagian besar inti teori pelanggaran harapan memiliki asumsi bahwa
manusia memiliki kebutuhan untuk ruang pribadi dan afiliasi. Ketika kita
menerima satu kebutuhan yang telah dikompromikan, teori ini memprediksi bahwa
kita akan mencoba untuk melakukan sesuatu tentang hal itu. Kita dapat bergerak
mendekat atau melawan. Terdapat 3 (tiga) konsep dalam teori pelangaran harapan
yaitu:
1.
Pengharapan merujuk pada apa yang diantisipasi oleh seorang individu dalam
suatu situasi berdasarkan tiga faktor, yaitu konteks,hubungan, dan karakteistik
komunikator.
2.
Pelanggaran valensi yaitu evaluasi baik positif maupun negatif yang dibuat
tentang perilaku yang tidak kita antisipasi.
3.
Komunikator menghargai valensi yaitu sebuah evaluasi yang dibuat tentang
seseorang yang berkomitmen terhadap pelanggaran.
Permasalahan
Setiap
manusia hidup pasti memiliki suatu masalah, jalan keluarnya hanya pada diri
sendiri mau diselesaikan dengan cara yang seperti apa. Apa point ini ada
seseorang yang sudah berjuang untung mendapatkan nilai yang bagus dalam
ujiannya. Dia berharap agar mendapat nilai yang bagus . Permasalahannya apa yang
dia harapkan tidak sesuai dengan kenyataannya.
Jawab
Permasalahan
yang dimiliki seseorang termasuk Teori
pelanggaran harapan yang digagas oleh Judee Burgoon dan menjelaskan berbagai
perilaku orang ketika ruang pribadinya mengalami pelanggaran. Ruang pribadi
dapat juga merujuk pada ruang psikologis dan ruang emosional. Sebagian besar
inti teori pelanggaran harapan memiliki asumsi bahwa manusia memiliki kebutuhan
untuk ruang pribadi dan afiliasi. Jadi ketika seseorang sudah berusaha dan
tidak mendapatan apa yang dia inginkan,dia akan menyerah. Tetapi dari setiap
masalah harus ada evaluasi mungkin ketika sudah berusaha semaksimal mungkin,dia
lupa akan hal penting meminta restu orang tua dan berdo’a kepada Tuhan YME.
Komentar
Posting Komentar