Tugas UAS Komunikasi Organisasi
Nama : Izza Anisa
NIM : 1940210054
Kelas : KPI B3
DINAMIKA
KOMUNIKASI ORGANISASI
a. Pengertian
Dinamika Organisasi
Dinamika
komunikasi organisasi adalah interaksi dan interdependensi yang melibatkan dari
komunikator, pesan, media, komunikan dan dampak komunikasi dalam mencapai
tujuan organisasi melalui pembagian pekerjaan dan fungsi hirarki otoritas dan
tanggung jawab.
b. JENIS-JENIS
DINAMIKA
1. Komunikasi
ke bawah
Komunikasi ke
bawah dalam sebuah organisasi berarti bahwa informasi mengalir dari jabatan
yang berotoritas lebih tinggi kepada mereka yang berotoritas lebih rendah.
2. Komunikasi
ke atas
Komunikasi ke
atas dalam sebuah organisasi berarti bahwa informasi mengalir dari tingkat yang
lebih rendah (bawahan) ke tingkat yang lebih tinggi.
Ada beberapa jenis
informasi yang sering mengalir melalui saluran-saluran komunikasi ke atas,
diantaranya:
a. pertama,
informasi tentang keberhasilan, kemajuan, dan rencana-rencana mendatang dari
para bawahan.
b. Kedua,
Informasi tentang problem-problem pekerjaan yang memerlukan bantuan dari
tingkatan lebih atas dalam organisasi.
c. Ketiga,
ide-ide untuk perbaikan dalam aktivitas dan fungsi yang berhubungan dengan
pekerjaan.
d. Keempat,informasi
mengenai perasaan para bawahan tentang pekerjaan atau isu yang berhubungan dengan
pekerjaan.
3. Komunikasi
Horisontal
Komunikasi horisontal
ialah pertukaran pesan di antara orang-orang yang sama tingkatannya di dalam
organisasi. Komunikasi horisontal terdiri dari penyampaian informasidi antara
rekan-rekan sejawat dalam unit kerja yang sama.
c. POLA
KOMUNIKASI
Pola
komunikasi diperguruan tinggi tidak hanya terbatas pada pola komunikasi dari
pimpinan saja,tetapi juga bagaimana bawahan ikut memberi sumbangan saran kepada
pemimpin untuk mencapai tujuan bersama .Pola komunikasi yang ada diperguruan
tinggi lebih banyak menggunakan pola komunikasi dari atasan ke bawahan,ini
dapat terlihat dari rapat sebagai media komunikasi dalam organisasi menunjukkan
bahwa komunikasi dari atasan lebih banyak dilakukan.Dalam komunikasi organisasi
pimpinan juga perlu mendengarkan atau mengetahui masukan atau saran dari
bawahan.Dengan adanya komuniaksi dari bawahan kepada atasan maka pemimpin dapat
megetahui diantaranya :
1.
Informasi tentang keberhasilan,kemajuan,dan rencana-rencana mendatang dari
bawahan
2.
Informasi tentang problem pekerjaan yang memerlukan bantuan dari tingkatan
lebih atas dlm organisasi
3.
Ide untuk perbaikan dalam aktivitas & fungsi yang berhubungan dgn pekerjaan
4.
Informasi mengenai perasaan para bawahan tentang pekerjaan.
d. Efektivitas Komunikasi Organisasi
Terdapat dua aspek penting yang
mempengaruhi efektivitas komunikasi organisasi.
1. Pertama,
masalah proses pengolahan informasi dalam organisasi, yaitu menyangkut masalah
pemaknaan pesan (informasi) dan jumlah informasi.
2. kedua,
masalah gaya komunikasi organisasi. Pemahaman kedua hal tersebut menjadi bekal
bukan saja bagi para (calon) pemimpin organisasi, manajer, akan tetapi juga
bagi semua yang terlibat dalam organisasi.
Kegagalan komunikasi adalah menjadi
pertimbangan terpenting dari setiap proses komunikasi organisasi, dengan maksud
dapat diprediksi, dianalisis, dan ditanggulangi jika hal itu terjadi.
e. Hambatan Dinamika
Komunikasi Organisasi
Hambatan yang dapat menghalangi komunikasi
dalam organisasi adalah karena adanya perbedaan persepsi, dimana ini disebut
dengan hambatan semantik.
Hambatan tersebut terdiri dari:
a. perbedaan persepsi antara pimpinan
dengan bawahan, yaitu hambatan ini yang membuat komunikasi tidak bisa berjalan
dengan lancar.
b. hambatan perilaku, yaitu hal yang bisa
timbul karena tidak adanya keterbukaan,
c. komunikasi interpersonal yang kurang,
dan prasangka yang didasarkan karena emosi.
f. Cara memperbaiki hambatan dalam
komunikasi organisasi dengan :
1.mengadakan tindak lanjut, teknik ini dilakukan dengan menganggap pesan
pimpinan tidak dimengerti, dan
sedapat mungkin pimpinan memastikan apakah pesan yang ingin disampaikan sudah
benar- benar diterima.
2. mengatur alur informasi, teknik ini meliputi pengaturan komunikasi untuk
menjamin arus informasi yang optimum kepada para pimpinan.
3. memanfaatkan umpan balik, umpan balik memberi saluran bagi tanggapan
penerima yang memungkinkan pimpinan untuk menentukan apakah pesannya telah diterima
dan apakah menghasilkan tanggapan yang dimaksud.
4. empati
Yaitu lebih berorientasi peda penerima
daripada berorientasi pada komunikator.
5. pengulangan, merupakan prinsip belajar yang telah diterima umum, menggunakan
pengulangan atau ungkapan yang berlebih-lebihan di dalam komunikasi
6. mendorong saling mempercayai, suasana saling
mempercayai antara pimpinan dan bawahan dapat memperlancar komunikasi..
7. pengaturan waktu yang efektif, komunikasi yang efektif dapat dimudahkan
dengan penetapan waktu yang tepat mengenai pengeluaran pengumuman penting.
8. menyederhanakan
bahasa, bahasa yang rumit merupakan hambatan utama bagi komunikasi yang
efektif,
Permasalahan
Dalam suatu persahabatan terdapat 2 orang
yang bernama dina dan luna. Permasalannya disini adalah mereka bekerja dalam
perusahaan yang berbeda,mereka adalah sepasang sahabat yang sangat akrab ketika
satu sama lain ada masalah mereka saling berceria satu sama lain dan memberikan
nasihat untuk menyelesaikan masalahnya . dan ketika masuk dalam dunia pekerjaan
persahabatan tersebut menjadi renggang . karena mereka merasa berkompentisi .
bagaimana cara agar mereka menjadi sahabat yang baik seperti dulu?
Jawab
Pada permasalahan disini adalah yang pertama
kita harus saling mengerti satu sama lain, dalam beberapa konteks. Memang berbeda
antara pekerjaan dan persahabatan tetapi pasti ada jalan untuk menyelesaikan
permasalahan tersebut. Dengan cara ketika ada pekerjaan yang dirasa sulit untuk
diselesaikan alangkah baiknya jika kita saling membantu sama lain. Jangan beranggapan
dunia kerja adalah suatu kompetisi tapi jika tidak bisa diselesaikan sendiri
kita juga harus meminta bantuan orang lain terutama orang yang dekat dengan
kita .
Alqur’an dan Terjemahannya. Jakarta; Khazanah Mimbar Plus,2011.
Argenti, Paul A. Corporate Communication. Terj. Putri Aila Idris, Komunikasi Korporat.
Jakarta: Salemba, 2010.
Bungin, Burhan. Sosiologi Komunikasi. Jakarta, Kencana Prenada Media Group, Metodologi
Penelitian Kualitatif. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2006
Cangara, Hafied. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2007.
Effendy, Onong Uchyana. IlmuKomunikasi, teori dan praktek. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2002.
Goldhaber, M Gerald. Organizational Communication. Ed 6th, McGraw-hill, 1993.
Ivancevich, John M. Perilaku dan Manajemen Organisasi. Jakarta: Erlangga, 2006.
Littlejohn, Stephen W. Theories of Human Commucination. Fifth Edition: Wadsworth Publishing Company, 1996.
Morissan. Teori Komunikasi Organisasi. Bogor: Ghalia Indonesia, 2009.
Muchlas , Makmuri. Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2008. Muhammad, Arni. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara, 2007.
Pace, R Wayne N. Don F. Faules. Organizational Communication. Terj Deddy Mulyana.
Komunikasi Organisasi Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000.
Rivai, Veithzal.Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2003.
Yulianita, Neni.Dasar-dasar Public Relations. Bandung:Multimedia Fikom Unisba, 2002. Wursanto, Ig.,Dasar-Dasar Ilmu Organisasi. Yogyakarta: Andi, 2005.
Komentar
Posting Komentar